This is default featured slide 1 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

Follow Me on Twitter @Cafe_Jogja

Mengulas informasi cafe dan restaurant di Yogyakarta. Lokasi, menu, event, promo, diskon, dll.

Showing posts with label Lives of Youth. Show all posts
Showing posts with label Lives of Youth. Show all posts

Monday, March 18, 2013

10 Modifikasi Motor MIO Terkeren Update.

10 Modifikasi Motor MIO Terbaru kali ini nggak kalah keran dari postingan yg kemarin dan pastinya lebih bervariasi. Mana yang anda suka?? Cekidot!!
modifikasi motor mio terkeren

modifikasi motor mio terkeren

modifikasi motor mio terkeren

modifikasi motor mio terkeren

modifikasi motor mio terkeren

modifikasi motor mio terkeren

modifikasi motor mio terkeren

modifikasi motor mio terkeren

modifikasi motor mio terkeren

modifikasi motor mio terkeren

   Besok kita lanjut lagi dan bagi yang pengen ngeshare modifikasi lain atau malah modifikasi motor kalian, bisa saja langsung tulis di Komentar bawah ini ! Thanks ;D

10 Modifikasi Motor Mio Terkeren

   Ini nih 10 modifikasi Yamaha Mio Terkeren. Jika kalian yang ingin mencari inspirasi untuk memodifikasi motor MIO kalian biar nggak kelihatan membosankan, bisa lihat-lihat gambar ini dulu deh. Disini ada modifikasi MIO Soul, MIO Fino, MIO sporty.

modifikasi motor mio terkeren
modifikasi motor mio terkeren

modifikasi motor mio terkeren


modifikasi motor mio terkeren

modifikasi motor mio terkeren

modifikasi motor mio terkeren

modifikasi motor mio terkeren

modifikasi motor mio terkeren

modifikasi motor mio terkeren

modifikasi motor mio terkeren


Nah bagaimana? Sudah mendapat inspirasi? Jika kalian masih kurang bisa lanjut kesini yang pastinya nggak kalah keren sob KLIK disini!


Thursday, February 21, 2013

Lokasi dan Menu CALAIS

   Nih bro tempat nongkrong sama pacar yanag enak dan nyaman pastinya. CALAIS Jogja! Tapi disini smoking area belum ready bro.

  Lokasi CALAIS : Jl.Suroto no. 20 Yogyakarta, sebrangnya gramedia, sebelahnya LBC.



  Tiap beli di CALAIS kita dapet 1 stamp untuk 1 cup. Kalo kita udah dapet 10 stamp. Bisa gratis 1 cup ukuran reguler dehh…

  Ini nih DAFTAR MENU nya :





    Pokoknya nih tempat bener2 enak buat nongkrong sama pacar. Hehee.. Atau ngumpul bareng sama temen-temen. Nih akun Twitter CALAIS @calaistea


Wednesday, February 13, 2013

VINTAGE Back in the Days

     Siapa bilang kalo bergaya vintage akan membuat kamu terlihat tua?
Bagi kamu yang bingung dengan gaya vintage, mari kita gali dulu vintage itu apa. Here we are again.. We're going back in timless!

     Vintage adalah sebuah sebutan untuk sesuatu yang sudah lewat masanya. Tentu saja karena kita akan melihat  fashion di tahun 1920 sampai 80an. Lalu bagaimana dengan sebelum 1920? Untuk  fashion  dibawah 1920 di kategorikan sebagai barang antik dan bagus untuk koleksi tetapi bukan dipakai sehari-hari.

     Vintage yang paling populer adalah di tahun 1960-1970an. Dimana mempunyai ciri khas yang unik dengan sebutan retro.

In the 60s
     Para cewek di tahun ini bisa di bilang sangat  feminin in colorama. Dengan setelan dress atau terusan dengan warna-warna yang segar, corak polkadot, juga garis-garis., dan bahkan motif psychedelic sangat happening  di masa itu. Tak ketinggalan ciri khas lainnya seperti scraf, high waist belt, halter neck tee, wool cardigan, blazer, bandana, flat heels, and wedges.

     Untuk cowok, rambut setengah gondrong, kumis tebal, dan senyum lebar. Dengan memakai celana stright-leg, sepatu mocca-sin, motif geometris, kaos lengan panjang berkerah, blazer, dan turtle neck tee.
 

In the 70s
     Make love, not war  adalah seruan yang dilontarkan oleh mantan vokalis The Beatles, John Lennon. Di era ini munculah generasi bunga atau flower generation dan identik dengan kebangkitan kaum hippie. Dimulai dari cewek  dengan legging, celana cutbray atau istilah kerennya oversized bootcut. slim fit shirt, oversized dress, dan nuansa tie-dye yang kebanyakan adalah warna merah, kuning,hijau menerangi gelapnya perang Vietnam pada saat itu. Tak ketinggalan aksesoris headband, vest dan gelang-gelang dari kulit. Lalu untuk para cowok tidak begitu jauh berbeda... Celana cutbray, big buckle leather belt, kaca mata hitam bulat, brewok yang lebat.


     Dengan kembalinya  fashion vintage, kita harus pintar-pintar melakukan mix n match baju vintage dengan trend yang sedang happening. Jangan sampai hanya karena ingin tampil vintage kita menelan mentah-mentah , kita harus pintar gaya sekarang ini.




Dikutip dari: Planet Surf#17

Wednesday, September 19, 2012

Peter Firmansyah: Lewat Petersaysdenim Menembus Dunia

Peter Firmansyah: Lewat Petersaysdenim Menembus Dunia

      Sewaktu masih duduk di bangku SMA, Peter Firmansyah, pria kelahiran Sumedang 4 Februari 1984, terbiasa mengubek-ubek tumpukan baju di pedagang kaki lima. Kini, ia adalah pemilik usaha yang memproduksi busana yang sudah diekspor ke beberapa negara.

Tak butuh waktu relatif lama. Semua itu mampu dicapai Peter hanya dalam waktu 1,5 tahun sejak ia membuka usahanya pada November 2008. Kini, jins, kaus, dan topi yang menggunakan merek Petersaysdenim, bahkan, dikenakan para personel kelompok musik di luar negeri.
Sejumlah kelompok musik itu seperti Of Mice & Man, We Shot The Moon, dan Before Their Eyes, dari Amerika Serikat, I am Committing A Sin, dan Silverstein dari Kanada, serta Not Called Jinx dari Jerman sudah mengenal produksi Peter. Para personel kelompok musik itu bertubi-tubi menyampaikan pujiannya dalam situs Petersaysdenim.
Pada situs-situs internet kelompok musik itu, label Petersaysdenim juga tercantum sebagai sponsor. Petersaysdenim pun bersanding dengan merek-merek kelas dunia yang menjadi sponsor, seperti Gibson, Fender, Peavey, dan Macbeth.
Peter memasang harga jins mulai Rp 385.000, topi mulai Rp 200.000, tas mulai Rp 235.000, dan kaus mulai Rp 200.000. Hasrat Peter terhadap busana bermutu tumbuh saat ia masih SMA. Peter yang lalu menjadi pegawai toko pada tahun 2003 kenal dengan banyak konsumennya dari kalangan berada dan sering kumpul-kumpul. Ia kerap melihat teman-temannya mengenakan busana mahal.
”Saya hanya bisa menahan keinginan punya baju bagus. Mereka juga sering ke kelab, mabuk, dan ngebut pakai mobil, tapi saya tidak ikutan. Lagi pula, duit dari mana,” ujarnya.
Peter melihat, mereka tampak bangga, bahkan sombong dengan baju, celana, dan sepatu yang mereka dipakai. Harga celana jins saja, misalnya, bisa Rp 3 juta. ”Perasaan bangga seperti itulah yang ingin saya munculkan kalau konsumen mengenakan busana produk saya,” ujarnya.
Peter kecil akrab dengan kemiskinan. Sewaktu masih kanak-kanak, perusahaan tempat ayahnya bekerja bangkrut sehingga ayahnya harus bekerja serabutan. Peter pun mengalami masa suram. Orangtuanya harus berutang untuk membeli makanan.
Pernah mereka tak mampu membeli beras sehingga keluarga Peter hanya bergantung pada belas kasihan kerabatnya. ”Waktu itu kondisi ekonomi keluarga sangat sulit. Saya masih duduk di bangku SMP Al Ma’soem, Kabupaten Bandung,” kata Peter.
Sewaktu masih SMA, Peter terbiasa pergi ke kawasan perdagangan pakaian di Cibadak, yang oleh warga Bandung di pelesetkan sebagai Cimol alias Cibadak Mall, Bandung. Di kawasan itu dia berupaya mendapatkan produk bermerek, tetapi murah. Cimol saat ini sudah tidak ada lagi. Dulu terkenal sebagai tempat menjajakan busana yang dijual dalam tumpukan.
Selepas SMA, ia melanjutkan pendidikan ke Universitas Widyatama, Bandung. Namun, biaya masuk perguruan tinggi dirasakan sangat berat, hingga Rp 5 juta. Uang itu pemberian kakeknya sebelum wafat. Tetapi, tak sampai sebulan Peter memutuskan keluar karena kekurangan biaya. Ia berselisih dengan orangtuanya—perselisihan yang sempat disesali Peter—karena sudah menghabiskan biaya besar.
Ia benar-benar memulai usahanya dari nol. Pendapatan selama menjadi pegawai toko disisihkan untuk mengumpulkan modal. Di sela-sela pekerjaannya, ia juga mengerjakan pesanan membuat busana. Dalam sebulan, Peter rata-rata membuat 100 potong jaket, sweter, atau kaus. Keuntungan yang diperoleh antara Rp 10.000- Rp 20.000 per potong.
”Gaji saya hanya sekitar Rp 1 juta per bulan, tetapi hasil dari pekerjaan sampingan bisa mencapai Rp 2 juta, he-he-he…,” kata Peter. Penghasilan sampingan itu ia dapatkan selama dua tahun waktu menjadi pegawai toko hingga 2005.
Pengalaman pahit juga pernah dialami Peter. Pada tahun 2008, misalnya, ia pernah ditipu temannya sendiri yang menyanggupi mengerjakan pesanan senilai Rp 14 juta. Pesanannya tak dikerjakan, sementara uang muka Rp 7 juta dibawa kabur. Pada 2007, Peter juga mengerjakan pesanan jins senilai Rp 30 juta, tetapi pemesan menolak membayar dengan alasan jins itu tak sesuai keinginannya.
”Akhirnya saya terpaksa nombok. Jins dijual murah daripada tidak jadi apa-apa. Tetapi, saya berusaha untuk tidak patah semangat,” ujarnya.
Belajar menjahit, memotong, dan membuat desain juga dilakukan sendiri. Sewaktu masih sekolah di SMA Negeri 1 Cicalengka, Kabupaten Bandung, Peter juga sempat belajar menyablon. Ia berprinsip, siapa pun yang tahu cara membuat pakaian bisa dijadikan guru.
”Saya banyak belajar sejak lima tahun lalu saat sering keliling ke toko, pabrik, atau penjahit,”katanya. Ia juga banyak bertanya cara mengirim produk ke luar negeri. Proses ekspor dipelajari sendiri dengan bertanya ke agen-agen pengiriman paket.
Sejak 2007, Peter sudah sanggup membiayai pendidikan tiga adiknya. Seorang di antaranya sudah lulus dari perguruan tinggi dan bekerja. Peter bertekad mendorong dua adiknya yang lain untuk menyelesaikan pendidikan jenjang sarjana. Ia, bahkan, bisa membelikan mobil untuk orangtuanya dan merenovasi rumah mereka di Jalan Padasuka, Bandung.
”Kerja keras dan doa orangtua, kedua faktor itulah yang mendorong saya bisa sukses. Saya memang ingin membuat senang orangtua,” katanya. Jika dananya sudah mencukupi, ia ingin orangtuanya juga bisa menunaikan ibadah haji.
Meski kuliahnya tak rampung, Peter kini sering mengisi seminar-seminar di kampus. Ia ingin memberikan semangat kepada mereka yang berniat membuka usaha. ”Mau anak kuli, buruh, atau petani, kalau punya keinginan dan bekerja keras, pasti ada jalan seperti saya menjalankan usaha ini,” ujarnya.
Merek Petersaysdenim berasal dari Peter Says Sorry, nama kelompok musik. Posisi Peter dalam kelompok musik itu sebagai vokalis. ”Saya sebenarnya bingung mencari nama. Ya, sudah karena saya menjual produk denim, nama mereknya jadi Petersaysdenim,” ujarnya tertawa.
Peter memanfaatkan fungsi jejaring sosial di internet, seperti Facebook, Twitter, dan surat elektronik untuk promosi dan berkomunikasi dengan pengguna Petersaysdenim. ”Juli nanti saya rencana mau ke Kanada untuk bisnis. Teman-teman musisi di sana mau ketemu,” katanya.
Akan tetapi, ajakan bertemu itu baru dipenuhi jika urusan bisnis selesai. Ajakan itu juga bukan main-main karena Peter diperbolehkan ikut berkeliling tur dengan bus khusus mereka. Personel kelompok musik lainnya menuturkan, jika sempat berkunjung ke Indonesia ia sangat ingin bertemu Peter. Ia melebarkan sayap bisnis untuk memperlihatkan eksistensi Petersaysdenim terhadap konsumen asing.
”Pokoknya, saya mau ’menjajah’ negara-negara lain. Saya ingin tunjukkan bahwa Indonesia, khususnya Bandung, punya produk berkualitas,” ujarnya.
Sumber: Kompas

Untuk kontak, buka situsnya di petersaysdenim

Perbedaan Retro dan Vintage

 Perbedaan Retro dan Vintage

Beberapa hari terakhir saya kembali disibukkan dengan Photoshop. Berawal dari melihat hasil editing photo dari teman saya di album facebooknya. Ternyata hasilnya WOW, foto-foto itu menurut saya seperti memiliki karakter sendiri. Terinspirasi dari editing foto-foto tersebut yang dia sebut sebagai gaya “vintage”, saya mencoba mencari tahu apa arti vintage itu. Di tengah pencarian saya malah mendapat style lain bernama “retro”.

Nah apa vintage? apa retro?
       Saya sendiri susah jika harus mengartikan dengan detail dan benar pengertian dua style ini. Retro dan vintage sebenarnya mengacu pada sesuatu yang sudah tua, oldstyle, gaya kuno, masa lalu, sesuatu yang usang dan berumur.
       Kemudian saya mencari tutorial dari editing dasar dari dua style ini. Ternyata Retro dan Vintage memiliki karakter yang berbeda. Meskipun bisa di bilang sama-sama bergender “kuno”, tetapi mereka berdiri sendiri dengan karakter tua-nya masing-masing.
Retro menampilkan kesan hangat dan warna merah yang dominan, meciptakan suasana kuno dari poster atau foto tahun 80-an *imho lho ya*.
      Sedangkan vintage terlihat jauh lebih tua dari retro. Vintage di dominasi warna hijau dan warna-warna pudar yang khas dari foto-foto di jaman dulu. Vintage membawa suasana dingin dan kuno.

Nah, coba anda lihat perbedaan dari Retro dan Vintage hasil editan ini.

Sebelah kiri adalah retro, di sebelah kanan adalah vintage. begitu juga seterusnya :) 





       Nah, bagaimana?  Apakah anda bisa merasakan perbedaannya?
Style mana yang anda sukai? Retro atau Vintage?

Vintage Style

Vintage Style

         Udah gak asing lagi kan denger kata yang satu ini di dunia fashion. Tapi apa kamu tau apa dan seperti apa gaya vintage itu?

Arti kata vintage itu sendiri adalah old-fashioned or absolete. Yup gaya pakaian vintage adalah gaya pakaian classic. Tapi gak berarti gaya yang satu ini ketinggalan zaman lho. Vintage style itu chic, sexy, and retro.
 
Seperti apa pakaian vintage itu?
Untuk dress bergaya vintage, biasanya dress itu simple, bercorak floral, polkadot, atau memiliki kerah bulat. Biar lebih gaya, kamu bisa tambahkan belt untuk dress vintage kamu.


Atasan bergaya vintage biasanya memiliki detail renda-renda, berkerah, ataupun pita yang akan membuat penampilan kamu semakin manis. Kamu juga bisa tambahakan vest biar kamu tampil makin keren. Gak ketinggalan scarf yang identik dengan gaya ini.

Vintage juga identik dengan rok sederhana yang memiliki lipatan, baik bercorak maupun polos.  Selain itu kamu ingin menggunakan celana, high waist jeans, pencil skirt, shorts or pants sangat bergaya vintage.
 
Dan untuk aksesoris bergaya vintage, aksesorisnya biasa mengandung warna gold. Untuk bentuknya kamu bisa menggunakan aksesoris dengan mutiara ataupun pita-pita yang chic banget. Dalam bergaya vintage, disarankan kamu gak menggunakan aksesoris berlebihan. Karena vintage akan terlihat lebih sweet dan gaya kalo kamu menggunakan minim aksesoris.

Friday, September 14, 2012

Kumpulan Gambar Modifikasi Motor

Kumpulan Gambar Modifikasi Motor

Kumpulan Gambar Modifikasi Motor. Bagi para Bikers atau pecinta Motor, memodifikasi Motornya adalah suatu Hobby. Banyak yang rela mengeluarkan biaya yang tidak sedikit hanya untuk memodifikasi Motor kesayangannya, bahkan sampai Puluhan jutapun mereka rela agar Motor kesayangannya tampil beda dari pada Motor yang lainnya. Selain Hobby alasan lain kebanyakan banyak yang suka memodifikasi Motornya karena adanya Kontes Modifikasi Motor yang hadiahnya juga lumayan besar.
Nah Bagi anda para Bikers, apakah anda sudah mempunyai ide untuk merombak motor anda menjadi lebih indah dipandang mata.? Oleh karena itu, Pada postingan kali ini kami akan share Kumpulan Gambar Modifikasi Motor yang bisa anda jadikan refrensi ataupun langsung mencontoh Gambar motor modif dibawah ini sebagai model  motor kesayangan anda.
Dibawah ini adalah Kumpulan Gambar Modifikasi Motor.

Kumpulan Gambar Modifikasi Motor
Kumpulan Gambar Modifikasi Motor
Kumpulan Gambar Modifikasi Motor

Kumpulan Gambar Modifikasi Motor

Kumpulan Gambar Modifikasi Motor

Kumpulan Gambar Modifikasi Motor

Kumpulan Gambar Modifikasi Motor

Kumpulan Gambar Modifikasi Motor

 Jika Anda memiliki Gambar yang ingin ditampilkan silahkan isi kotak Komentar dibawah. Terimakasih :)

10 Modifikasi Yamaha Mio Soul Terkeren!